Rabu, 16 Januari 2013

Blood Diary

05 juli 20xx
                Hai, namaku kiki. Tepatnya Rizki Pratama. Umurku sekarang 15 tahun. Aku duduk di bangku SMA di kota bandung, kelas 10 – 2. Sebenernya aku malu untuk menulis di buku harian. Tapi aku tak tahu harus berbicara dengan siapa. Karena orang tuaku sibuk bekerja, sedangkan adikku yang duduk di kelas 2 SMP kerjaannya hanya main melulu. Aku sudah capek menasehati Shofi, adikku. Nah, segini dulu yah perkenalanku untuk menulis disini.
26 juli 20xx
                Hai diary, ini aku lagi. Tadi saat disekolah aku melihat seseorang yang memikat hatiku. Aku tak tahu namanya, tapi aku suka dengannya. Mungkin ini yang namanya cinta pada pandangan pertama yah hahaha.
27 juli 20xx
                Kawan, akhirnya aku tahu, namanya Ara dari kelas 10 – 5 Ara orangnya easy going, sangat ramah dan juga cantik. Mungkin dia ini jodohku. Apakah mungkin aku bisa memikat hatinya kawan? Kita lihat saja nanti.
2 agustus 20xx
                Akhirnya aku bisa bercerita lagi disini. Aku punya 2 kabar, yang pertama aku bisa sangat dekat dengan Ara hanya dalam waktu satu minggu ini. Kabar baik bukan? Tapi yang kedua, adikku tak pulang selama 3 hari. Tapi orang tuaku sama sekali tidak khawatir. Mereka sibuk dengan urusannya masing – masing . seakan – akan mereka tak mempunyai anak. Kebutuhan ekonomi kami sudah lebih dari cukup. Tapi aku tak pernah mendapatkan perhatian lagi. “perhatian” yang ku maksud disini adalah kasih sayang dari orang tua. Aku pusing dengan semua ini.
10 agustus 20xx
                Sampai tadi pagi adikku masih belum pulang juga. Tetapi saat aku pulang sekolah dia sudah pulang. Keadaannya lemas tergeletak di sofa dengan raut muka yang bahagia. Aku tak mengerti apa arti wajah bahagianya itu. Aku tak peduli, aku sudah capek karena ulahnya. Lebih baik memikirkan Ara dibanding Shofi. Ngomong – ngomong soal Ara, aku dan dia baru jadian. Aku juga punya sahabat baru, namanya Ramdhan.
15 agustus 20xx
                Kawan, kali ini aku bercerita tentang Ramdhan. Dia orang baik dan orangnya sangat seru. Kami selalu kompak, yah walaupun dia itu perokok, tapi dia sangat peduli dengan orang –orang disekitarnya. Dia mirip dengan Ara yang selalu peduli dengan siapapun. Oh iya, hari ini aku dan Ara melakukan first date. Walaupun hanya sekedar nonton saja sih.. tapi aku sangat senang

17 agustus 20xx
                Hari ini adalah hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Tapi bukan untukku, karena aku merasa masih dijajah, kenapa? Karena hati orang tua dan adikku masih belum merdeka. Karena mereka tidak bisa membagi kasih sayang di dalam hati mereka.
Hari ini adikku aneh kawan dia terlihat tidak seperti biasanya, dia bolak – balik ke wc terus. Aku melihatnya muntah – muntah terus. Aku kira dia keracunan, tapi aku melihat sesuatu yang janggal, aku melihat sesuatu tergeletak di lantai, dan aku tak pernah melihat barang tersebut, itu adalah alat untuk mengetes seorang wanita hamil atau tidak dan aku melihat ke benda tersebut yang hasilnya positif.
Aku speechless kawan, aku tak berkata sepatah katapun pada adikku yang langsung mengambil alat tersebut dan menuju kamarnya.
25 agustus 20xx
                Hari ini aku sakit kawan, di rumah ini sangat sepi, hanya ada 2 orang pembantuku dan adikku, namun adikku sedang merenung di kamarnya. Hari ini aku sangat sedih kawan, karena tadi sepulang dari kantor, kedua orang tuaku bertengkar hebat. Saat mereka bertengkar aku hanya bisa melihat mereka dari lantai dua.
Ada apa dengan hidupku ini kawan? Orang tuaku bertengar hebat, adikku hamil! Aku hanya bisa merenung terdiam di kamarku.
30 agustus 20xx
                Hai kawan, Aku sudah sembuh sekarang. Ara dan Ramdhan menjengukku kemarin, mereka membawakanku buah – buahan favoritku. Aku senang sekali mereka menjengukku. Tapi yang membuatku membenci hari ini adalah. Tadi siang adikku mencoba lompat dari balkon kamarnya, untuk aku melihat dan segera menolongnya. Sekarang dia masih tertidur di kamarnya. Lalu orang tuaku bertengkar lagi, ayahku melempar asbak dan hampir mengenai kepala bi ijah, ibuku melempar vas bunga dan untung saja aku berhasil menangkapnya, kalau tidak mungkin kepalaku ini sudah bocor terkena vas bunga. Lalu ayahku pergi begitu saja dan ibuku menangis dikamarnya. Sekarang masalahku menjadi tambah rumit, Adikku mencoba bunuh diri dan ayahku pergi dari rumah.
2 september 20xx
                Kawan hari ini adikku mencoba bunuh diri lagi, dia meneguk obat nyamuk. Untung aku bertindak cepat dan membawanya kerumah sakit. Saat dia tersadar aku memeluknya dan menasihatinya bahwa lebih baik di vakum sekolah untuk sementar waktu dan mengurus calon bayinya tersebut. Aku lalu pulang kerumah kawan, tapi sesampainya di pintu depan rumahku, aku melihat ayah dan ibu sedang berbicara, aku mendengar dia berkata pada ibuku yang langsung terlihat kaget, aku pun kaget dan tak percaya. Ayahku mengatakan kata yang tidak boleh diucapkan oleh sepasang suami – istri yaitu “CERAI”. Aku lemas seketika, aku ingin sekali menghajar wajah ayahku. Tapi supirku menahanku dan mengatakan bahwa aku harus ingat dia itu ayah kandungku.
5 September 20xx
                Hari ini aku berniat untuk menyegarkan pikiranku, aku pergi ke daerah ciwidey bersama ara. Aku menceritakan semuanya pada ara dan ara memelukku, dia bilang padaku bahwa aku harus sabar dan kuat menjalani cobaan dari tuhan, karena itu tandanya tuhan masih sayang sama aku.
Pelukkan ara seakan mempersegar jiwa dan pikiranku, suasana yang masih asri menambah kuat efek pelukan ara, angin sepoi – sepoi dan gemericik air di tepian danau membuat hati ini menjadi tenang namun tanpa aku sadari aku sudah mencium bibir ara yang lembut, aku kira ara akan marah padaku namun ia malah membalas ciumanku dengan sangat lembut. Aku merasa sangat senang sekali saat aku di peluk dan di cium oleh ara. Aku pulang dengan perasaan tenang dan segar kembali.
Terima kasih ara untuk hari ini, love you!
10 september 20xx
                Hai kawan hari ini adalah hari pembagian rapot tengah semester dan aku senang karena aku bisa meraih peringkat tertinggi di kelasku.
Karena aku menjadi yang terbaik Ara pun memberikan hadiah untukku. Dia memberikanku sebuah jam tangan. Hari ini pun aku mengajak Ramdhan untuk bermain ke rumahku, tapi sesampainya di rumahku Adikku terkejut saat melihat Ramdhan lalu ia bergegas ke kamarnya. Aku tak mengerti kenapa Shofi begitu terkejut melihat Ramdhan dan begitu pula sebaliknya, sudahlah Aku sudah tak perduli lagi.
12 September 20xx
                Hai kawan hari ini ulang taunnya Ara, aku menyiapkan kejutan yang istimewa buatnya. Akus sudah menyiapkan candle light dinner di daerah dago atas dan sudah menghiasi dengan suasana yang romantis. Aku pun mengajak Ara dengan menutupkan matanya dengan kain hitam agar ia tidak bisa mengintip.
Sesampainya dilokasi, aku membukakan penutup mata dan mata Ara langsung tertuju pada sebuah kolam renang di bawah, di kolam renang itu aku sudah membuat rangkaian tulisan dengan menggunakan lilin yang bertuliskan “ Happy birthday Tiara Amelia” dan dia langsung memeluk dan menciumku dengan mesra. Aku senang sekali bisa membuat Ara bahagia satu hari ini.
15 September 20xx
                Hari ini aku tidak sekolah kawan, karena aku harus menghadiri persidangan kedua orangtuaku. Aku bosan disana, aku memutuskan untuk pulang saja. Tapi saat dirumah aku melihat motor ramdhan. Dan aku berfikir ada perlu apa Ramdhan datang kemari. Aku menyuruh pembantuku untuk mendengarkan obrolan Ramdhan dengan Shofi. Kata Bi ijah Ramdhan sedang meminta maaf pada Shofi karena telah menghamili dia. Aku kaget! Ingin ku hajar Ramdhan saat itu juga, tapi bi ijah mencegahku dan mengakatan bahwa ramdhan siap untuk bertanggung jawab dan menjadi bapa dari anak Shofi yang akan lahir. Emosiku mulai mereda dan aku pura – pura tidak tahu dan berjalan ke kamarku.
16 September 20xx
                Kawan tadi aku berbicara kepada Ramdhan mengenai Shofi, ia mengaku padaku dan siap untuk bertanggung jawab penuh. Aku hanya tersenyum dan berkata pada ramdhan untuk membuktikannya bukan hanya janji belaka.
Sepulang sekolah aku bertemu dengan Ara dan mengajaknya untuk jalan tetapi ia menolak karena akan ada acara keluarga.
17 September 20xx
                Hari ini aku mengajak ara lagi tapi ia menolak lagi, saat aku menawarkan diri untuk mengantar ara pulang ia tidak mau karena ia ingin pulang bersama teman temannya.
Ara jadi aneh kawan.
19 September 20xx
                Sekarang aku mengikuti ara yang katanya akan pulang bersama temannya, ternyata ia di jemput oleh seorang lelaki dari SMA lain dan mereka pergi tapi untungnya aku bergegas mengikuti mereka yang menuj daerah lembang. Aku memperhatikan dari jauh mereka menuju kebun teh, aku masih mengikuti mereka tapi saat itu kaget karena Ara mencium bibir lelaki itu dengan mesranya, dengan rasa kesal dan sangat emosi aku mengepalkan tanganku dan berlari ke arah mereka dan memukul lelaki tersebut tepat di hidungnya dan hidungnya langsung patah gara – gara pukulanku dan dia pun pingsan lalu Ara membentak dan menamparku. Aku tidak perduli lagi aku langsung pergi dari sana.
AKU BENCI KAMU ARA!!
20 September 20xx
                Kawan kenapa semua ini harus terjadi padaku! Mulai dari orang tuaku bercerai, adikku hamil oleh sahabatku sendiri dan Ara selingkuh dengan lelaki lain. Sekarang masalahku tambah rumit.
Aku mulai belajar Merokok dengan ramdhan, katanya dengan rokok kita bisa mengurangi rasa stress. Aku mulai depresi karena semua masalahku ini. Kenapa ini harus menimpaku. Mungkin ini takdir? Aku tidak percaya pada takdir! Aku akan mendapatkan jalan hidupku sendiri! Tuhan itu memang ga adil!
23 september 20xx
                Mulai kemarin ramdhan menjadi sering menjenguk adikku yang sedang hamil. Sekarang usia kandungan Shofi sudah satu bulan. Aku di kamar saja kawan merenungkan bagaimana cara untuk menyelesaikan masalahku ini.


25 September 20xx
                Hari ini ibuku tidak bekerja kawan dia dirumah, aku ingat hari ini adalah hari ulang tahunnya dan aku pun bergegas mencari hadiah untuk diberikan pada ibu. Ibuku hanya tersenyum kecil dan memandangku dengan tatapan penuh makna.
Tiba tiba ayahku datang kawan. Dia memaksa aku dan adikku untuk ikut dengannya ke rumah barunya. Padahal aku ingin bersama ibu daripada dengan ayah. Aku ingin menolak tapi sayangnnya cengkraman tangan bodyguard ayahku sangat kuat, jadi mulai hari iniaku dan shofi pindah Rumah kawan.
30 september 20xx
                Ara datang ke rumah baruku saat aku sedang tidak ada dirumah. Dia hanya menitipkan secarik kertas pada pembantuku yang isinya.
“ Dear kiki.
                Kiki aku minta maaf sama kamu karena udah ngecewain kamu. Aku benar – benar ngerasa bersalah dan menyesal gara – gara ngecewain kamu ki. Maafin aku yah.
                                                                                                                                                                Love Ara
Itu adalah surat permintaan maaf dari ara yang ia berikan padaku tadi. Dan aku hanya bisa berkata PERSETAN dengan semua itu. Aku tidak percaya lagi dengan omong kosongnya. Aku masih BENCI Ara.
1 oktober 20xx
                Aku pergi sekolah dengan motor kesayanganku, tapi entah mengapa aku sangat malas untuk sekolah hari ini. Jadi aku memutuskan mengajak Ramdhan untuk bolos dari sekolah dan menemaniku.
Pertama – tama aku menuju sebuah cafe untuk sarapan dan setelah sarapan aku melihat ayahku yang sedang bermesraan dengan seorang perempuan muda. Aku perkirakan umurnya sekitar 20 tahunan. Aku menyuruh Ramdhan untuk memastikan apakah itu ayahku atau bukan. Dan benar saja dugaanku itu memang ayahku.
Beberapa saat kemudian mereka pergi meninggalkan café tersebut. Dan aku langsung saja mengikuti mereka bersama ramdhan. Ternyata mereka pergi ke rumah ayahku. Langsung saja aku melaporkan kejadian itu pada ibuku. Dan ibuku hanya bisa menggelengkan kepalanya.





3 oktober 20xx
                Aku terbangun dari tidurku dan mendapati diriku berada di kamar ramdhan. Aku melihat Ramdan masih tertidur pulas. Setelah agak siang aku dan Ramdhan pergi ke restoran ilik ibuku untuk makan siang.
Setelah makan aku pergi ke rumah bersama Ramdhan untuk menjenguk adikku. Saat tiba disana adikku berlari dan langsung memintaku untuk pergi ke rumah ibu. Dia bilang ayah sedang main di kamar bersama seorang wanita, jadi adikku bisa menyelinap keluar dengan mudah.

7 oktober 20xx
                Hari ini aku bertemu dengan teman baru yaitu juni & jani si kembar yang benar benar tidak bisa di bedakan, kelakuan mereka sama sampai sampai barang barang mereka pun sama, aku jadi sulit untuk membedakan mana juni dan mana jani tapi 1 yang pasti mereka sangat setia.

10 oktober 20xx
                Aku sakit lagi kawan dan kali ini aku dibawa ke rumah sakit. Aku menginap di rumah sakit untuk beberapa hari kawan, karena untuk memeriksa sebenarnya apa yang membuat aku sakit – sakitan ini.
13 oktober 20xx
                Aku masih di rumah sakit kawan, hari ini Rangga, juni dan jani menjengukku. Mereka membawakan makanan – makanan kesukaanku. Karena dirumah sakit makanannya tidak enak, jadi aku meminta mereka untuk membawakan makanan untukku.
17 oktober 20xx
                Aku sudah pulang sekarang, tapi aku sedikit kecewa karena tim dokter yang memeriksaku tidak ingin memberitahu kepadaku apa penyakitku sebenarnya. Mereka bilang aku kena tifus, tapi aku yakin bukan itu penyakit yang ada di tubuhku ini.
20 oktober 20xx
                Entah mengapa kawan, aku mulai malas sekolah. Aku kesekolah hanya untuk bertemu dengan teman temanku kawan, bukan untuk menuntut ilmu seperti biasa.
Dan lagi aku juga jadi sering bulak – balik masuk BP. Karena ke bengalanku bersama teman temanku.
Tapi aku tak perduli lagi karena ini duniaku dan ini adalah hidupku.

25 oktober 20xx
                Kawan, setiap aku melihat wajah Ara, aku menjadi emosi dan mendadak moodku menjadi jelek. Dan setiap Ara melihatku ia selalu memalingkan wajahnya dariku. Aku tidak tau apa itu perasaan bersalah dia kepadaku, atau hanya acting agar aku memaafkannya haha.
29 oktober 20xx
                Aku heran kenapa ayah tidak mencari kami yang kabur dari rumah. Apakah ayah tidak tinggal disitu lagi? Atau ayah memang tidak menganggap kami anaknya. Sudahlah aku tak peduli dengan ayah.

4November 20xx
Aku mendapat surat lagi dari Ara. Ia memintaku untuku bertemu di Sabuga. Aku lalu mengajak Ramdahan dan, si kembar Juni & Jani. Saat di Sabuga, Ara memintaku untuk meminta maaf kepada cowo yang waktu itu namanya Daniel. Aku tidak sudi untuk meminta maaf. Lalu tiba-tiba teman-temannya datang mengeroyok. Untung saja teman-temanku datang dan membantuku. Kami menang dan kami dapat menghajar Daniel.

14 november 20xx
                Ara datang kepadaku dan dia meminta maaf, dia berbicara padaku dengan menangis terisak – isak. Huh itu hanyalah air mata buaya aku tidak akan tertipu lagi dengan kata – kata manisnya.
20 november 20xx
                Aku ke rumah ayah dan melihat ayah mempunyai anak lagi. Pantas ayah tidak mencari kami. Baguslah.
24 November 20xx
                Kukira awalnya aku takkan bisa jatuh cinta lagi, tapi ternyata itu salah. Nyatanya aku jatuh hati pada seorang wanita yang sederhana, tidak kalah cantik dengan Ara tetapi hatinya tidak busuk seperti Ara. Namanya Okta. Hatiku yang sekeras batu bisa diluluhkan olehnya.

27 November 20xx
                Hari ini aku berbincang – bincang dengan okta kawan. Dia orangnya asik banget. Awalnya ku kira dia bakalan jutek eh ternyata, dia itu enjoy banget deh kalau diajak ngobrol woles banget lah!

3 desember 20xx
                Hari ini adalah hari ulang tahun Okta. Aku memberinya ucapan selamat dan sebuah gantungan hape. Aku tidak berharap dia memakainya. Selamat ulang tahun untuk kamu malaikatku, “ Try Okta Destiani “.
4 desember 20xx
                Okta bilang bahwa aku adalah orang pertama yang memberinya ucapan selamat ulang tahun kemarin, dia pun memberikan senyuman manisnya padaku. Aku jadi senang, dan aku jadi ambah sayang padanya.

7 desember 20xx
                Hari ini aku, Ramdhan, Juni & Jani dipanggil ke ruang BP karena dituduh merusak properti sekolah. Padahal kami tidak melakukan apapun. Kami disuruh membayar denda 2 juta atau kami di skorsing 3 hari & dipanggil orangtuanya. Padahal kami tidak melakukan apapun.

8 desember 20xx
                Kami sekarang tahu siapa yang menuduh kami, yaitu Ara. Kami dapat membuktikan bahwa kami tidak bersalah dan Ara diberi sanksi skorsing.
Hari ini aku benar-benar luluh oleh Okta. Dia berhasil merebut hatiku dengan senyumnya yang lembut dan suaranya yang khas membuatku jatuh cinta kepadanya.

9 desember 20xx
                Aku dan sahabat-sahabatku hari ini tidak sekolah karena kami males pergi ke sekolah. Kami pergi ke daerah Pangandaran. Kami bersenang-senang disana. Saat pulang dari sana kami bertemu dengan ayahku. Aku hanya pura-pura tidak kenal saja. Tapi aku senang hari ini, akan ku ingat selalu.
12 desember 20xx
                Aku sakit lagi kawan. Sekarang aku tau apa penyakitku sebenarnya, aku mengidap hemophilia kawan. Mulai sekarang dokter melarangku untuk bermain terlalu kasar karena bisa membahayakan keselamatanku


14 desember 20xx
                Restoran ibuku bangkrut karena ayahku. Orang itu menuduh ibu menggunakan bahan – bahan tidak segar. Dia tega sekali menjatuhkan ibu seperti itu! Aku jadi makin benci dengannya!
 Jadi aku mulai berhemat. Kebahagiaan yang dulu kudapat mulai pudar karena ibuku sibuk mencari kerja sana-sini. Aku jadi semakin sering berbuat onar.

15 desember 20xx
                Tak sengaja ku teguk minuman yang bertuliskan Anker di depannya. Karena merasa ini membuatku merasa nyaman, maka kuhabiskan sendiri minuman keras itu.  Tak sadar ternyata sudah 2 botol aku minum.

16 desember 20xx
                Aku terbangun dari tidurku, Aku merasa hari-hariku semakin suram dan kelam. Aku tak tahu apa yang kulakukan ini. Semua yang kulakukan begitu cepat. Akupun sepertinya tidak sadar menulis jurnalku ini. Waktuku mungkin tak banyak karena penyakit bodoh ini mulai mengganas. Aku tak tahu sampai kapan aku bisa hidup.

18 desember 20xx
                Mungkin ini adalah catatanku yang terakhir kali. Aku hanya ingin mencurahkan perasaanku. Mungkin aku tak akan pernah menyampaikan perasaan ini padamu Okta. Aku hanya bisa menulis di jurnal ini. Mungkin jika ada yang membaca jurnal ini, aku mungkin sudah tidak ada di dunia yang sama dengan kalian. Jikalau aku masih hidup, aku pasti dalam keadaan sekarat. Karena catatan terakhirku ini aku tulis bersamaan dengan darah yang mengalir terus dari hidungku. Aku hanya ingin menyampaikan bahwa aku sangat menyayangimu Okta. Andai saja kau tau perasaanku ini, tapi aku tak pernah berani mengatakannya. Aku sangat ingin selalu berada di dekatmu dan ingin ku mendekapmu, tapi sayang waktuku mulai habis.
Mungkin ini adalah detik – detik terakhirku untuk bernafas, sebelum jantungku berhenit berdetak, aku hanya ingin menuliskan kata – kata terakhirku untukmu. Bahwa aku ingin selalu bersamamu tapi aku tak bisa karena mungkin aku terlalu hina untukmu. Dan untuk Ramdhan sahabatku, jaga shofi baik – baik, jadilah ayah yang baik dan terimakasih atas semua bantuanmu, dan kalian berdua juga juni jani. Jadilah diri kalian masing masing. Pandanganku mulai kabur sampai jumpa lagi di dunia sana.
                                                                                                                                                                Love Kiki

Kiki pun ditemukan tewas dikamarnya oleh sahabat – sahabatnya. Kiki ditemukan dalam kondisi sedang duduk dan darah mengalir terus dari hidungnya, dan darah kiki membasahi sampul diarynya.
Okta yang mendengar kabar bahwa kiki ditemukan tewas pun langsung menuju rumah kiki.
Ramdhan menunjukkan diary kiki pada okta. Selesai membaca diary tersebut okta menangis, dia menangis terharu, karena ternyata kiki bukanlah orang Bengal seperti yang selama ini dia kira. Dia hanyalah korban dari sebuah keadaan.

1 komentar: