05 juli 20xx
Hai,
namaku kiki. Tepatnya Rizki Pratama. Umurku sekarang 15 tahun. Aku duduk di
bangku SMA di kota bandung, kelas 10 – 2. Sebenernya aku malu untuk menulis di
buku harian. Tapi aku tak tahu harus berbicara dengan siapa. Karena orang tuaku
sibuk bekerja, sedangkan adikku yang duduk di kelas 2 SMP kerjaannya hanya main
melulu. Aku sudah capek menasehati Shofi, adikku. Nah, segini dulu yah
perkenalanku untuk menulis disini.
26 juli 20xx
Hai
diary, ini aku lagi. Tadi saat disekolah aku melihat seseorang yang memikat
hatiku. Aku tak tahu namanya, tapi aku suka dengannya. Mungkin ini yang namanya
cinta pada pandangan pertama yah hahaha.
27 juli 20xx
Kawan,
akhirnya aku tahu, namanya Ara dari kelas 10 – 5 Ara orangnya easy going,
sangat ramah dan juga cantik. Mungkin dia ini jodohku. Apakah mungkin aku bisa
memikat hatinya kawan? Kita lihat saja nanti.
2 agustus 20xx
Akhirnya
aku bisa bercerita lagi disini. Aku punya 2 kabar, yang pertama aku bisa sangat
dekat dengan Ara hanya dalam waktu satu minggu ini. Kabar baik bukan? Tapi yang
kedua, adikku tak pulang selama 3 hari. Tapi orang tuaku sama sekali tidak
khawatir. Mereka sibuk dengan urusannya masing – masing . seakan – akan mereka
tak mempunyai anak. Kebutuhan ekonomi kami sudah lebih dari cukup. Tapi aku tak
pernah mendapatkan perhatian lagi. “perhatian” yang ku maksud disini adalah
kasih sayang dari orang tua. Aku pusing dengan semua ini.
10 agustus 20xx
Sampai
tadi pagi adikku masih belum pulang juga. Tetapi saat aku pulang sekolah dia
sudah pulang. Keadaannya lemas tergeletak di sofa dengan raut muka yang
bahagia. Aku tak mengerti apa arti wajah bahagianya itu. Aku tak peduli, aku
sudah capek karena ulahnya. Lebih baik memikirkan Ara dibanding Shofi. Ngomong
– ngomong soal Ara, aku dan dia baru jadian. Aku juga punya sahabat baru,
namanya Ramdhan.
15 agustus 20xx
Kawan,
kali ini aku bercerita tentang Ramdhan. Dia orang baik dan orangnya sangat
seru. Kami selalu kompak, yah walaupun dia itu perokok, tapi dia sangat peduli
dengan orang –orang disekitarnya. Dia mirip dengan Ara yang selalu peduli
dengan siapapun. Oh iya, hari ini aku dan Ara melakukan first date. Walaupun
hanya sekedar nonton saja sih.. tapi aku sangat senang
17 agustus 20xx
Hari
ini adalah hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Tapi bukan untukku, karena aku
merasa masih dijajah, kenapa? Karena hati orang tua dan adikku masih belum
merdeka. Karena mereka tidak bisa membagi kasih sayang di dalam hati mereka.
Hari ini adikku aneh kawan dia
terlihat tidak seperti biasanya, dia bolak – balik ke wc terus. Aku melihatnya
muntah – muntah terus. Aku kira dia keracunan, tapi aku melihat sesuatu yang
janggal, aku melihat sesuatu tergeletak di lantai, dan aku tak pernah melihat
barang tersebut, itu adalah alat untuk mengetes seorang wanita hamil atau tidak
dan aku melihat ke benda tersebut yang hasilnya positif.
Aku speechless kawan, aku tak
berkata sepatah katapun pada adikku yang langsung mengambil alat tersebut dan
menuju kamarnya.
25 agustus 20xx
Hari
ini aku sakit kawan, di rumah ini sangat sepi, hanya ada 2 orang pembantuku dan
adikku, namun adikku sedang merenung di kamarnya. Hari ini aku sangat sedih
kawan, karena tadi sepulang dari kantor, kedua orang tuaku bertengkar hebat.
Saat mereka bertengkar aku hanya bisa melihat mereka dari lantai dua.
Ada apa dengan hidupku ini kawan?
Orang tuaku bertengar hebat, adikku hamil! Aku hanya bisa merenung terdiam di
kamarku.
30 agustus 20xx
Hai
kawan, Aku sudah sembuh sekarang. Ara dan Ramdhan menjengukku kemarin, mereka
membawakanku buah – buahan favoritku. Aku senang sekali mereka menjengukku.
Tapi yang membuatku membenci hari ini adalah. Tadi siang adikku mencoba lompat
dari balkon kamarnya, untuk aku melihat dan segera menolongnya. Sekarang dia
masih tertidur di kamarnya. Lalu orang tuaku bertengkar lagi, ayahku melempar
asbak dan hampir mengenai kepala bi ijah, ibuku melempar vas bunga dan untung
saja aku berhasil menangkapnya, kalau tidak mungkin kepalaku ini sudah bocor
terkena vas bunga. Lalu ayahku pergi begitu saja dan ibuku menangis dikamarnya.
Sekarang masalahku menjadi tambah rumit, Adikku mencoba bunuh diri dan ayahku
pergi dari rumah.
2 september 20xx
Kawan
hari ini adikku mencoba bunuh diri lagi, dia meneguk obat nyamuk. Untung aku
bertindak cepat dan membawanya kerumah sakit. Saat dia tersadar aku memeluknya
dan menasihatinya bahwa lebih baik di vakum sekolah untuk sementar waktu dan
mengurus calon bayinya tersebut. Aku lalu pulang kerumah kawan, tapi
sesampainya di pintu depan rumahku, aku melihat ayah dan ibu sedang berbicara, aku
mendengar dia berkata pada ibuku yang langsung terlihat kaget, aku pun kaget
dan tak percaya. Ayahku mengatakan kata yang tidak boleh diucapkan oleh
sepasang suami – istri yaitu “CERAI”. Aku lemas seketika, aku ingin sekali
menghajar wajah ayahku. Tapi supirku menahanku dan mengatakan bahwa aku harus
ingat dia itu ayah kandungku.
5 September 20xx
Hari
ini aku berniat untuk menyegarkan pikiranku, aku pergi ke daerah ciwidey
bersama ara. Aku menceritakan semuanya pada ara dan ara memelukku, dia bilang
padaku bahwa aku harus sabar dan kuat menjalani cobaan dari tuhan, karena itu
tandanya tuhan masih sayang sama aku.
Pelukkan ara seakan mempersegar
jiwa dan pikiranku, suasana yang masih asri menambah kuat efek pelukan ara,
angin sepoi – sepoi dan gemericik air di tepian danau membuat hati ini menjadi
tenang namun tanpa aku sadari aku sudah mencium bibir ara yang lembut, aku kira
ara akan marah padaku namun ia malah membalas ciumanku dengan sangat lembut.
Aku merasa sangat senang sekali saat aku di peluk dan di cium oleh ara. Aku
pulang dengan perasaan tenang dan segar kembali.
Terima kasih ara untuk hari ini,
love you!
10 september 20xx
Hai
kawan hari ini adalah hari pembagian rapot tengah semester dan aku senang
karena aku bisa meraih peringkat tertinggi di kelasku.
Karena aku menjadi yang terbaik
Ara pun memberikan hadiah untukku. Dia memberikanku sebuah jam tangan. Hari ini
pun aku mengajak Ramdhan untuk bermain ke rumahku, tapi sesampainya di rumahku
Adikku terkejut saat melihat Ramdhan lalu ia bergegas ke kamarnya. Aku tak
mengerti kenapa Shofi begitu terkejut melihat Ramdhan dan begitu pula
sebaliknya, sudahlah Aku sudah tak perduli lagi.
12 September 20xx
Hai
kawan hari ini ulang taunnya Ara, aku menyiapkan kejutan yang istimewa buatnya.
Akus sudah menyiapkan candle light dinner di daerah dago atas dan sudah
menghiasi dengan suasana yang romantis. Aku pun mengajak Ara dengan menutupkan
matanya dengan kain hitam agar ia tidak bisa mengintip.
Sesampainya dilokasi, aku
membukakan penutup mata dan mata Ara langsung tertuju pada sebuah kolam renang
di bawah, di kolam renang itu aku sudah membuat rangkaian tulisan dengan
menggunakan lilin yang bertuliskan “ Happy birthday Tiara Amelia” dan dia
langsung memeluk dan menciumku dengan mesra. Aku senang sekali bisa membuat Ara
bahagia satu hari ini.
15 September 20xx
Hari
ini aku tidak sekolah kawan, karena aku harus menghadiri persidangan kedua
orangtuaku. Aku bosan disana, aku memutuskan untuk pulang saja. Tapi saat
dirumah aku melihat motor ramdhan. Dan aku berfikir ada perlu apa Ramdhan
datang kemari. Aku menyuruh pembantuku untuk mendengarkan obrolan Ramdhan
dengan Shofi. Kata Bi ijah Ramdhan sedang meminta maaf pada Shofi karena telah
menghamili dia. Aku kaget! Ingin ku hajar Ramdhan saat itu juga, tapi bi ijah
mencegahku dan mengakatan bahwa ramdhan siap untuk bertanggung jawab dan
menjadi bapa dari anak Shofi yang akan lahir. Emosiku mulai mereda dan aku pura
– pura tidak tahu dan berjalan ke kamarku.
16 September 20xx
Kawan
tadi aku berbicara kepada Ramdhan mengenai Shofi, ia mengaku padaku dan siap
untuk bertanggung jawab penuh. Aku hanya tersenyum dan berkata pada ramdhan
untuk membuktikannya bukan hanya janji belaka.
Sepulang sekolah aku bertemu
dengan Ara dan mengajaknya untuk jalan tetapi ia menolak karena akan ada acara
keluarga.
17 September 20xx
Hari
ini aku mengajak ara lagi tapi ia menolak lagi, saat aku menawarkan diri untuk
mengantar ara pulang ia tidak mau karena ia ingin pulang bersama teman
temannya.
Ara jadi aneh kawan.
19 September 20xx
Sekarang
aku mengikuti ara yang katanya akan pulang bersama temannya, ternyata ia di
jemput oleh seorang lelaki dari SMA lain dan mereka pergi tapi untungnya aku
bergegas mengikuti mereka yang menuj daerah lembang. Aku memperhatikan dari
jauh mereka menuju kebun teh, aku masih mengikuti mereka tapi saat itu kaget
karena Ara mencium bibir lelaki itu dengan mesranya, dengan rasa kesal dan
sangat emosi aku mengepalkan tanganku dan berlari ke arah mereka dan memukul
lelaki tersebut tepat di hidungnya dan hidungnya langsung patah gara – gara
pukulanku dan dia pun pingsan lalu Ara membentak dan menamparku. Aku tidak
perduli lagi aku langsung pergi dari sana.
AKU BENCI KAMU ARA!!
20 September 20xx
Kawan
kenapa semua ini harus terjadi padaku! Mulai dari orang tuaku bercerai, adikku
hamil oleh sahabatku sendiri dan Ara selingkuh dengan lelaki lain. Sekarang
masalahku tambah rumit.
Aku mulai belajar Merokok dengan
ramdhan, katanya dengan rokok kita bisa mengurangi rasa stress. Aku mulai
depresi karena semua masalahku ini. Kenapa ini harus menimpaku. Mungkin ini
takdir? Aku tidak percaya pada takdir! Aku akan mendapatkan jalan hidupku
sendiri! Tuhan itu memang ga adil!
23 september 20xx
Mulai
kemarin ramdhan menjadi sering menjenguk adikku yang sedang hamil. Sekarang usia
kandungan Shofi sudah satu bulan. Aku di kamar saja kawan merenungkan bagaimana
cara untuk menyelesaikan masalahku ini.
25 September 20xx
Hari
ini ibuku tidak bekerja kawan dia dirumah, aku ingat hari ini adalah hari ulang
tahunnya dan aku pun bergegas mencari hadiah untuk diberikan pada ibu. Ibuku
hanya tersenyum kecil dan memandangku dengan tatapan penuh makna.
Tiba tiba ayahku datang kawan.
Dia memaksa aku dan adikku untuk ikut dengannya ke rumah barunya. Padahal aku
ingin bersama ibu daripada dengan ayah. Aku ingin menolak tapi sayangnnya
cengkraman tangan bodyguard ayahku sangat kuat, jadi mulai hari iniaku dan
shofi pindah Rumah kawan.
30 september 20xx
Ara
datang ke rumah baruku saat aku sedang tidak ada dirumah. Dia hanya menitipkan
secarik kertas pada pembantuku yang isinya.
“ Dear kiki.
Kiki
aku minta maaf sama kamu karena udah ngecewain kamu. Aku benar – benar ngerasa
bersalah dan menyesal gara – gara ngecewain kamu ki. Maafin aku yah.
Love
Ara
Itu adalah surat permintaan maaf
dari ara yang ia berikan padaku tadi. Dan aku hanya bisa berkata PERSETAN
dengan semua itu. Aku tidak percaya lagi dengan omong kosongnya. Aku masih
BENCI Ara.
1 oktober 20xx
Aku
pergi sekolah dengan motor kesayanganku, tapi entah mengapa aku sangat malas untuk
sekolah hari ini. Jadi aku memutuskan mengajak Ramdhan untuk bolos dari sekolah
dan menemaniku.
Pertama – tama aku menuju sebuah
cafe untuk sarapan dan setelah sarapan aku melihat ayahku yang sedang
bermesraan dengan seorang perempuan muda. Aku perkirakan umurnya sekitar 20
tahunan. Aku menyuruh Ramdhan untuk memastikan apakah itu ayahku atau bukan.
Dan benar saja dugaanku itu memang ayahku.
Beberapa saat kemudian mereka
pergi meninggalkan café tersebut. Dan aku langsung saja mengikuti mereka
bersama ramdhan. Ternyata mereka pergi ke rumah ayahku. Langsung saja aku
melaporkan kejadian itu pada ibuku. Dan ibuku hanya bisa menggelengkan
kepalanya.
3 oktober 20xx
Aku
terbangun dari tidurku dan mendapati diriku berada di kamar ramdhan. Aku
melihat Ramdan masih tertidur pulas. Setelah agak siang aku dan Ramdhan pergi
ke restoran ilik ibuku untuk makan siang.
Setelah makan aku pergi ke rumah
bersama Ramdhan untuk menjenguk adikku. Saat tiba disana adikku berlari dan
langsung memintaku untuk pergi ke rumah ibu. Dia bilang ayah sedang main di
kamar bersama seorang wanita, jadi adikku bisa menyelinap keluar dengan mudah.
7 oktober 20xx
Hari
ini aku bertemu dengan teman baru yaitu juni & jani si kembar yang benar
benar tidak bisa di bedakan, kelakuan mereka sama sampai sampai barang barang
mereka pun sama, aku jadi sulit untuk membedakan mana juni dan mana jani tapi 1
yang pasti mereka sangat setia.
10 oktober 20xx
Aku
sakit lagi kawan dan kali ini aku dibawa ke rumah sakit. Aku menginap di rumah
sakit untuk beberapa hari kawan, karena untuk memeriksa sebenarnya apa yang
membuat aku sakit – sakitan ini.
13 oktober 20xx
Aku
masih di rumah sakit kawan, hari ini Rangga, juni dan jani menjengukku. Mereka
membawakan makanan – makanan kesukaanku. Karena dirumah sakit makanannya tidak
enak, jadi aku meminta mereka untuk membawakan makanan untukku.
17 oktober 20xx
Aku
sudah pulang sekarang, tapi aku sedikit kecewa karena tim dokter yang
memeriksaku tidak ingin memberitahu kepadaku apa penyakitku sebenarnya. Mereka
bilang aku kena tifus, tapi aku yakin bukan itu penyakit yang ada di tubuhku
ini.
20 oktober 20xx
Entah
mengapa kawan, aku mulai malas sekolah. Aku kesekolah hanya untuk bertemu
dengan teman temanku kawan, bukan untuk menuntut ilmu seperti biasa.
Dan lagi aku juga jadi sering
bulak – balik masuk BP. Karena ke bengalanku bersama teman temanku.
Tapi aku tak perduli lagi karena
ini duniaku dan ini adalah hidupku.
25 oktober 20xx
Kawan,
setiap aku melihat wajah Ara, aku menjadi emosi dan mendadak moodku menjadi
jelek. Dan setiap Ara melihatku ia selalu memalingkan wajahnya dariku. Aku
tidak tau apa itu perasaan bersalah dia kepadaku, atau hanya acting agar aku
memaafkannya haha.
29 oktober 20xx
Aku
heran kenapa ayah tidak mencari kami yang kabur dari rumah. Apakah ayah tidak
tinggal disitu lagi? Atau ayah memang tidak menganggap kami anaknya. Sudahlah
aku tak peduli dengan ayah.
4November 20xx
Aku mendapat surat lagi dari Ara.
Ia memintaku untuku bertemu di Sabuga. Aku lalu mengajak Ramdahan dan, si kembar
Juni & Jani. Saat di Sabuga, Ara memintaku untuk meminta maaf kepada cowo
yang waktu itu namanya Daniel. Aku tidak sudi untuk meminta maaf. Lalu
tiba-tiba teman-temannya datang mengeroyok. Untung saja teman-temanku datang
dan membantuku. Kami menang dan kami dapat menghajar Daniel.
14 november 20xx
Ara
datang kepadaku dan dia meminta maaf, dia berbicara padaku dengan menangis
terisak – isak. Huh itu hanyalah air mata buaya aku tidak akan tertipu lagi
dengan kata – kata manisnya.
20 november 20xx
Aku
ke rumah ayah dan melihat ayah mempunyai anak lagi. Pantas ayah tidak mencari
kami. Baguslah.
24 November 20xx
Kukira
awalnya aku takkan bisa jatuh cinta lagi, tapi ternyata itu salah. Nyatanya aku
jatuh hati pada seorang wanita yang sederhana, tidak kalah cantik dengan Ara
tetapi hatinya tidak busuk seperti Ara. Namanya Okta. Hatiku yang sekeras batu
bisa diluluhkan olehnya.
27 November 20xx
Hari
ini aku berbincang – bincang dengan okta kawan. Dia orangnya asik banget.
Awalnya ku kira dia bakalan jutek eh ternyata, dia itu enjoy banget deh kalau
diajak ngobrol woles banget lah!
3 desember 20xx
Hari
ini adalah hari ulang tahun Okta. Aku memberinya ucapan selamat dan sebuah
gantungan hape. Aku tidak berharap dia memakainya. Selamat ulang tahun untuk
kamu malaikatku, “ Try Okta Destiani “.
4 desember 20xx
Okta
bilang bahwa aku adalah orang pertama yang memberinya ucapan selamat ulang
tahun kemarin, dia pun memberikan senyuman manisnya padaku. Aku jadi senang,
dan aku jadi ambah sayang padanya.
7 desember 20xx
Hari
ini aku, Ramdhan, Juni & Jani dipanggil ke ruang BP karena dituduh merusak
properti sekolah. Padahal kami tidak melakukan apapun. Kami disuruh membayar
denda 2 juta atau kami di skorsing 3 hari & dipanggil orangtuanya. Padahal
kami tidak melakukan apapun.
8 desember 20xx
Kami
sekarang tahu siapa yang menuduh kami, yaitu Ara. Kami dapat membuktikan bahwa
kami tidak bersalah dan Ara diberi sanksi skorsing.
Hari ini aku benar-benar luluh
oleh Okta. Dia berhasil merebut hatiku dengan senyumnya yang lembut dan
suaranya yang khas membuatku jatuh cinta kepadanya.
9 desember 20xx
Aku
dan sahabat-sahabatku hari ini tidak sekolah karena kami males pergi ke
sekolah. Kami pergi ke daerah Pangandaran. Kami bersenang-senang disana. Saat
pulang dari sana kami bertemu dengan ayahku. Aku hanya pura-pura tidak kenal
saja. Tapi aku senang hari ini, akan ku ingat selalu.
12 desember 20xx
Aku
sakit lagi kawan. Sekarang aku tau apa penyakitku sebenarnya, aku mengidap hemophilia
kawan. Mulai sekarang dokter melarangku untuk bermain terlalu kasar karena bisa
membahayakan keselamatanku
14 desember 20xx
Restoran
ibuku bangkrut karena ayahku. Orang itu menuduh ibu menggunakan bahan – bahan
tidak segar. Dia tega sekali menjatuhkan ibu seperti itu! Aku jadi makin benci
dengannya!
Jadi aku mulai berhemat. Kebahagiaan yang dulu
kudapat mulai pudar karena ibuku sibuk mencari kerja sana-sini. Aku jadi
semakin sering berbuat onar.
15 desember 20xx
Tak
sengaja ku teguk minuman yang bertuliskan Anker di depannya. Karena merasa ini
membuatku merasa nyaman, maka kuhabiskan sendiri minuman keras itu. Tak sadar ternyata sudah 2 botol aku minum.
16 desember 20xx
Aku
terbangun dari tidurku, Aku merasa hari-hariku semakin suram dan kelam. Aku tak
tahu apa yang kulakukan ini. Semua yang kulakukan begitu cepat. Akupun
sepertinya tidak sadar menulis jurnalku ini. Waktuku mungkin tak banyak karena
penyakit bodoh ini mulai mengganas. Aku tak tahu sampai kapan aku bisa hidup.
18 desember 20xx
Mungkin
ini adalah catatanku yang terakhir kali. Aku hanya ingin mencurahkan
perasaanku. Mungkin aku tak akan pernah menyampaikan perasaan ini padamu Okta.
Aku hanya bisa menulis di jurnal ini. Mungkin jika ada yang membaca jurnal ini,
aku mungkin sudah tidak ada di dunia yang sama dengan kalian. Jikalau aku masih
hidup, aku pasti dalam keadaan sekarat. Karena catatan terakhirku ini aku tulis
bersamaan dengan darah yang mengalir terus dari hidungku. Aku hanya ingin
menyampaikan bahwa aku sangat menyayangimu Okta. Andai saja kau tau perasaanku
ini, tapi aku tak pernah berani mengatakannya. Aku sangat ingin selalu berada
di dekatmu dan ingin ku mendekapmu, tapi sayang waktuku mulai habis.
Mungkin ini adalah detik – detik
terakhirku untuk bernafas, sebelum jantungku berhenit berdetak, aku hanya ingin
menuliskan kata – kata terakhirku untukmu. Bahwa aku ingin selalu bersamamu
tapi aku tak bisa karena mungkin aku terlalu hina untukmu. Dan untuk Ramdhan
sahabatku, jaga shofi baik – baik, jadilah ayah yang baik dan terimakasih atas
semua bantuanmu, dan kalian berdua juga juni jani. Jadilah diri kalian masing
masing. Pandanganku mulai kabur sampai jumpa lagi di dunia sana.
Love
Kiki
Kiki pun ditemukan tewas
dikamarnya oleh sahabat – sahabatnya. Kiki ditemukan dalam kondisi sedang duduk
dan darah mengalir terus dari hidungnya, dan darah kiki membasahi sampul
diarynya.
Okta yang mendengar kabar bahwa
kiki ditemukan tewas pun langsung menuju rumah kiki.
Ramdhan menunjukkan diary kiki
pada okta. Selesai membaca diary tersebut okta menangis, dia menangis terharu,
karena ternyata kiki bukanlah orang Bengal seperti yang selama ini dia kira.
Dia hanyalah korban dari sebuah keadaan.
ciyeeeee~
BalasHapusselesai geningan uy =))